‹ Semua renungan

Jumat, 28 Mei 2027

Daun atau Buah

Cobalah sebut nama kakek buyut kita. Banyak dari kita sudah tidak tahu. Empat generasi saja cukup untuk menghapus sebuah nama dari ingatan keluarga. Padahal tanpa mereka, kita tidak ada.

Sirakh hari ini memuji para leluhur yang termasyhur. Tetapi ia juga jujur: ada orang-orang yang tidak diingat lagi, lenyap seolah-olah tidak pernah ada. Lalu ia menghibur dengan kalimat yang dalam: ada orang-orang kesayangan yang kebajikannya tidak sampai terlupa, sebab kebajikan itu tinggal pada keturunannya sebagai warisan. Namanya boleh hilang dari catatan, buahnya terus hidup. Doa seorang nenek mengalir dalam iman cucunya. Kejujuran seorang bapak tumbuh dalam anak-anaknya.

Injil memberi peringatan sebaliknya. Kemarin Bartimeus yang baru melek mengikuti Yesus di jalan; hari ini rombongan itu tiba di Yerusalem, dan di tepi jalannya berdiri pohon ara. Dari jauh tampak rimbun berdaun, dari dekat ternyata tanpa buah. Yesus mengutuknya, lalu membersihkan Bait Allah yang serupa: ramai kegiatan, sepi doa. Daun tanpa buah, nama tanpa isi.

Rupanya di mata Tuhan hitungannya terbalik dari hitungan dunia. Dunia mengukur daun: gelar, sorotan, nama besar. Tuhan mencari buah: kebajikan yang bisa diwariskan.

Kita sedang menanam apa hari ini, daun atau buah?

Tuhan, tak apa namaku kelak dilupakan, asal kebaikan yang Kautanam lewatku terus berbuah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →