Rabu, 26 Mei 2027
Santo yang Suka Bercanda
Bisakah orang kudus suka melucu? Santo Filipus Neri, yang kita kenang hari ini, menjawabnya dengan seluruh hidupnya. Rasul kota Roma abad keenam belas ini terkenal karena leluconnya. Ia pernah mencukur separuh janggutnya hanya supaya orang tertawa dan berhenti menghormatinya berlebihan. Katanya, roh sukacita lebih mudah menghantar orang pada kesempurnaan daripada roh murung.
Kelucuan Filipus bukan pelarian. Ia siasat kerendahan hati. Ia takut dipuja, maka ia menertawakan dirinya lebih dulu. Di baliknya tersembunyi doa yang membara dan pelayanan tanpa lelah bagi kaum muda dan orang miskin.
Injil hari ini menampilkan kebalikannya. Kemarin Yesus menjanjikan seratus kali lipat bagi yang meninggalkan segalanya. Rupanya janji itu langsung ditafsir keliru: Yakobus dan Yohanes meminta kursi kehormatan, di kanan dan kiri Yesus. Sepuluh murid lain marah, mungkin karena kalah cepat memesan. Yesus meluruskan mereka semua: "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Karena Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani."
Dunia berebut naik, Yesus memilih turun. Dunia memperebutkan kursi, Filipus Neri menertawakan kursinya sendiri.
Hari ini, mari kita curigai keinginan kita untuk dihormati, dan menggantinya dengan satu pelayanan kecil yang tak dilihat orang.
Tuhan, berilah aku sukacita Santo Filipus Neri: hati yang ringan menertawakan diri dan sigap melayani sesama. Amin.