Rabu, 19 Mei 2027
Bukan Kelompok Kita
Kemarin kita mendengar Yesus memeluk seorang anak kecil dan mengajarkan kebesaran lewat pelayanan. Rupanya pelajaran itu belum mengendap. Hari ini Yohanes datang melapor dengan nada bangga: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu."
Perhatikan alasannya. Bukan karena orang itu berbuat jahat. Ia mengusir setan, pekerjaan baik. Ia memakai nama Yesus, sumber yang benar. Kesalahannya satu saja: bukan pengikut kita. Bukan anggota kelompok kami.
Jawaban Yesus melegakan sekaligus menampar: "Jangan kamu cegah dia! Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita." Yesus lebih peduli pada kebaikan yang terjadi daripada pada seragam pelakunya.
Kita mengenal penyakit Yohanes ini dengan baik. Kebaikan dari kelompok lain terasa kurang sah. Prestasi lingkungan sebelah dicurigai. Bahkan dalam Gereja pun bisa muncul rasa: kalau bukan komunitas kami yang mengerjakannya, rasanya kurang berkenan. Padahal Roh Kudus, yang baru saja kita rayakan pencurahan-Nya, bekerja jauh lebih luas dari pagar-pagar kita.
Hari ini, cobalah bersyukur untuk satu kebaikan yang dikerjakan orang di luar lingkaran kita. Itu latihan kecil melebarkan hati.
Tuhan, bebaskanlah aku dari iri kelompok, dan ajarilah aku bersukacita atas setiap kebaikan, dari mana pun datangnya. Amin.