‹ Semua renungan

Selasa, 18 Mei 2027

Emas dan Api

Perhatikan tukang emas bekerja. Logam mulia itu justru dimasukkan ke dalam api. Bukan untuk dirusak, melainkan untuk dimurnikan. Kotorannya terbakar, emasnya tinggal.

Kemarin kita mendengar Sirakh berbicara tentang kebijaksanaan yang dicurahkan Tuhan atas segala ciptaan. Hari ini ia memberi nasihat yang mengejutkan bagi para pemula rohani: "Anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan." Aneh, ya? Mendaftar mengabdi kok disuruh siap susah. Tetapi justru di situ kejujurannya. Sebab emas diuji di dalam api, dan orang yang berkenan kepada Tuhan diuji dalam kancah penghinaan.

Iman yang belum pernah diuji itu seperti emas yang belum dilebur: belum ketahuan kadar aslinya. Maka Sirakh berpesan: hendaklah hatimu tabah, jangan gelisah pada waktu yang malang. Lalu ia mengajak menengok sejarah: siapa yang percaya pada Tuhan lalu dikecewakan? Tidak ada.

Para murid dalam Injil masih jauh dari api itu. Di tengah jalan mereka justru bertengkar tentang siapa yang terbesar. Yesus meluruskan dengan lembut: yang ingin menjadi terdahulu hendaklah menjadi pelayan dari semuanya.

Sedang berada dalam api apa kita hari ini? Jangan buru-buru menyebutnya bencana. Bisa jadi itu peleburan.

Tuhan, murnikanlah aku dalam setiap ujian, sampai yang tersisa hanya iman yang sejati. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →