Senin, 17 Mei 2027
Doa Setengah Percaya
Sehari setelah Pentakosta, Gereja memandang ibunya: Santa Perawan Maria, Bunda Gereja. Bunda yang dulu menemani para rasul berdoa menantikan Roh, kini menemani kita, anak-anaknya yang imannya sering pas-pasan.
Injil hari ini menghadirkan seorang bapak yang mewakili kita semua. Anaknya kerasukan sejak kecil, sering dibanting ke tanah, dilempar ke api dan air. Bertahun-tahun ia berjuang. Kepada Yesus ia berkata hati-hati: "Jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami." Yesus menangkap kata jika itu: "Katamu, jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Lalu meluncurlah doa paling jujur di seluruh Injil: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Percaya dan tidak percaya dalam satu tarikan napas. Bukankah begitu isi hati kita? Berdoa sambil ragu dikabulkan. Dan lihatlah: Yesus tidak menolak doa yang setengah itu. Anak itu disembuhkan. Rupanya Allah tidak menunggu iman kita bulat sempurna. Iman yang retak pun, asal diulurkan, disambut-Nya.
Sirakh dalam bacaan pertama mengingatkan, segala kebijaksanaan berasal dari Tuhan. Termasuk kebijaksanaan untuk mengakui lemahnya iman sendiri.
Bersama Maria, bunda yang setia berdoa, mari bawa iman kita apa adanya.
Bunda Maria, doakanlah aku. Tuhan, aku percaya, tolonglah aku yang kurang percaya ini. Amin.