Sabtu, 15 Mei 2027
Kitab yang Tak Ditamatkan
Ada buku yang halaman terakhirnya membuat kita protes: lho, kok berhenti di sini? Nasib tokohnya menggantung, cerita seperti belum selesai.
Kisah Para Rasul berakhir persis seperti itu. Hari ini kita membaca halaman penutupnya: Paulus tiba di Roma sebagai tahanan, tinggal dua tahun di rumah sewaan, menerima semua orang, memberitakan Kerajaan Allah dengan terus terang dan tanpa rintangan. Titik. Tidak ada kabar tentang pengadilannya. Tidak ada kata tamat. Lukas seakan meletakkan pena di tengah kalimat.
Mengapa? Karena kisah itu memang belum selesai. Injil Yohanes hari ini menutup dengan nada serupa: masih banyak hal yang diperbuat Yesus, dan dunia ini tidak akan memuat semua kitab yang harus ditulis. Kedua kitab itu terbuka ujungnya, seperti pintu yang sengaja tidak dikunci. Bab berikutnya menunggu ditulis oleh para pembacanya. Oleh kita.
Kepada Petrus yang sibuk menanyakan nasib murid lain, Yesus menjawab pendek: "Itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." Setiap orang mendapat lembarnya sendiri.
Besok kita merayakan Pentakosta, hari Roh Kudus menggerakkan para penulis kisah ini. Lembar kita masih kosong hari ini. Mau kita isi apa?
Tuhan, jadikanlah hidupku bab kecil yang layak dalam kisah besar karya-Mu. Amin.