Kamis, 13 Mei 2027
Namaku dalam Doa-Nya
Pernahkah kita mendengar nama kita disebut dalam doa orang lain? Rasanya sulit dilukiskan. Ada yang hangat mengalir: aku diingat di hadapan Tuhan.
Kemarin kita mendengar Yesus berdoa bagi para murid-Nya. Hari ini doa itu melangkah lebih jauh: "Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka." Berhentilah sebentar di kalimat itu. Orang yang percaya oleh pemberitaan para rasul, itu kita. Dua ribu tahun sebelum kita lahir, pada malam menjelang wafat-Nya, Yesus sudah menyebut kita dalam doa-Nya. Nama kita ada di situ.
Dan apa yang Ia minta? Supaya kita semua menjadi satu, seperti Bapa dan Anak adalah satu. Setiap kali kita betah dalam permusuhan, doa itu kita hambat. Setiap kali kita berdamai, doa itu terkabul sedikit lagi.
Paulus merasakan buah doa semacam itu di malam yang genting. Sesudah nyaris dikoyak massa di Mahkamah Agama, Tuhan datang berdiri di sisinya: "Kuatkanlah hatimu. Sebagaimana engkau telah bersaksi di Yerusalem, demikian juga engkau harus bersaksi di Roma." Orang yang didoakan Kristus tidak pernah berjalan sendirian.
Hari ini, dengan siapa kita perlu berdamai, supaya doa Yesus itu tergenapi dalam hidup kita?
Yesus, terima kasih, Engkau telah mendoakan aku. Jadikanlah kami semua satu. Amin.