‹ Semua renungan

Rabu, 12 Mei 2027

Tangan yang Terbuka

Kemarin kita mendengar Paulus mulai berpamitan di Miletus. Hari ini pamitannya sampai pada pesan penutup, dan ia memilih mengutip satu kalimat Yesus yang tidak tercatat di keempat Injil: "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Benarkah? Coba kita uji di rumah. Ibu menyisihkan potongan ayam terbaik untuk anaknya, lalu makan dengan lauk seadanya. Tetapi wajahnya yang paling terang di meja itu. Bapak pulang membawa oleh-oleh murah dari perjalanan, dan matanya berbinar melihat anaknya melonjak. Yang menerima senang. Yang memberi berbahagia. Rupanya kebahagiaan memang berpihak pada tangan yang terbuka.

Paulus tidak hanya mengutip, ia menghidupinya. Perak dan emas tidak ia ingini. Tangannya sendiri bekerja untuk mencukupi kebutuhannya dan kawan-kawannya. Maka ketika ia berlutut berdoa untuk terakhir kalinya, para penatua menangis tersedu-sedu dan memeluknya berulang-ulang. Orang yang banyak memberi, banyak ditangisi.

Yesus dalam Injil melakukan pemberian yang paling jauh: "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka." Diri-Nya sendiri yang diserahkan, supaya kita dikuduskan.

Hari ini kita akan menerima banyak hal. Tetapi bahagia kita tidak di sana. Ia menunggu di setiap kesempatan kecil untuk memberi.

Yesus, Engkau memberikan diri-Mu bagiku. Jadikanlah tanganku terbuka seperti tangan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →