‹ Semua renungan

Selasa, 11 Mei 2027

Kata-Kata Pamitan

Kata-kata orang yang berpamitan selalu punya bobot lebih. Pesan seorang bapak sebelum anaknya berangkat jauh, wejangan pensiunan pada hari terakhirnya bekerja. Tidak ada lagi basa-basi di situ. Yang keluar hanya yang paling penting.

Hari ini kita mendengar dua pamitan sekaligus. Paulus, yang kemarin kita dengar mengajar dengan berani di Efesus, kini memanggil para penatua kota itu ke Miletus untuk berpisah. Ia menoleh ke belakang tanpa penyesalan: "Aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu." Ia menatap ke depan tanpa gentar: penjara dan sengsara menunggu di Yerusalem, tetapi katanya, "Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir." Hidupnya ia pandang seperti lomba lari. Yang penting bukan panjangnya, melainkan sampainya.

Dalam Injil, Yesus juga berpamitan, dalam bentuk doa kepada Bapa: "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku." Sederhana sekali ukuran kemuliaan itu: pekerjaan dari Bapa, diselesaikan.

Kalau hari ini kita harus berpamitan, kalimat apa yang jujur bisa kita ucapkan? Masihkah banyak tugas kasih yang kita tunda, kata maaf yang kita simpan, pelayanan yang kita cicil setengah hati?

Hidup tidak menunggu kita siap. Baiklah kita kerjakan bagian kita hari ini, supaya kelak pamitan kita ringan.

Tuhan, ajarilah aku menyelesaikan pekerjaan yang Kauberikan, sampai garis akhir. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →