Sabtu, 1 Mei 2027
Pintu yang Ditutup Roh
Siapa yang senang melihat papan bertuliskan jalan ditutup? Kita sudah menghitung rute, tiba-tiba diarahkan memutar. Kesal rasanya. Padahal kadang justru pengalihan itu menyelamatkan kita dari jembatan yang nyaris roboh di depan.
Kemarin kita mendengar jemaat bersukacita membaca surat dari Yerusalem. Hari ini Paulus melanjutkan perjalanan. Tetapi anehnya, dua kali Roh Kudus menutup jalan. Mau ke Asia, dicegah. Mau ke Bitinia, tidak diizinkan. Paulus tidak mogok. Ia terus berjalan sampai ke Troas, dan di sanalah panggilan Makedonia menantinya. Pintu yang tertutup ternyata bukan penolakan. Ia pengalihan menuju ladang yang lebih luas.
Hari ini Gereja mengenang Santo Yusuf Pekerja. Tukang kayu Nazaret itu juga akrab dengan rencana yang berubah: mimpi demi mimpi memindahkan hidupnya. Ia taat tanpa banyak kata, dan dari ketaatannya sejarah keselamatan berjalan. Di bengkel kayunya, Yesus belajar bahwa pekerjaan tangan dan kehendak Allah bisa menyatu dalam satu hidup yang sederhana.
Kita bagaimana? Lamaran ditolak, usaha macet, rencana buyar. Mungkin itu bukan akhir. Mungkin itu tangan Tuhan yang sedang membelokkan kita ke Troas kita masing-masing.
Tuhan, ketika jalanku Kaututup, ajarilah aku percaya bahwa Engkau sedang membuka jalan yang lain. Amin.