‹ Semua renungan

Kamis, 29 April 2027

Sukacita yang Penuh

Menuang teh ke dalam gelas ada seninya. Kurang, terasa pelit. Berlebih, tumpah ke mana-mana. Tetapi ada satu titik yang memuaskan mata: penuh sampai bibir gelas. Tidak kurang, tidak tumpah sia-sia.

Kata penuh itulah yang dipakai Yesus dalam Injil yang singkat hari ini: semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Sukacita penuh, bukan sukacita tetesan. Dan resepnya diberikan jelas: tinggallah di dalam kasih-Ku; jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku. Ketaatan bukan pajak yang mengurangi kebahagiaan. Ketaatan adalah cara tinggal di dalam kasih, dan kasih itulah yang membuat gelas sukacita terisi sampai penuh.

Petrus dalam bacaan pertama membela kebenaran yang sama di sidang Yerusalem: keselamatan bukan beban kuk yang tak terpikul, melainkan kasih karunia Tuhan Yesus. Iman itu anugerah yang memerdekakan, bukan daftar syarat yang mencekik.

Hari ini Gereja mengenang Santa Katarina dari Siena, perempuan awam abad keempat belas yang penuh sukacita ilahi itu. Dari kamar doanya ia keluar merawat orang sakit, mendamaikan kota-kota yang bertikai, bahkan berani menyurati paus agar kembali ke Roma. Gereja mengangkatnya menjadi pujangga Gereja. Sumber keberaniannya satu: ia tinggal erat dalam kasih Kristus.

Gelas sukacita kita hari-hari ini terisi berapa? Kalau terasa kosong, mungkin bukan sukacitanya yang habis, melainkan tinggalnya yang kendur.

Tuhan Yesus, seperti Santa Katarina, ajarilah kami tinggal dalam kasih-Mu, agar sukacita kami menjadi penuh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →