Rabu, 21 April 2027
Melepas yang Terbaik
Ada pemandangan yang selalu sama di terminal dan pelabuhan: keluarga melepas anaknya merantau. Tas sudah dinaikkan, tetapi tangan ibu masih menggenggam. Melepas orang yang kita kasihi tidak pernah mudah, apalagi melepas yang terbaik.
Jemaat Antiokhia mengalaminya. Ketika mereka sedang beribadah dan berpuasa, Roh Kudus berkata: khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. Barnabas dan Saulus bukan anggota sembarangan. Merekalah pengajar terbaik jemaat itu. Tetapi Antiokhia tidak berkata, jangan, kami masih membutuhkan mereka. Mereka berpuasa, berdoa, menumpangkan tangan, lalu membiarkan keduanya pergi.
Gereja yang sehat memang bukan gereja yang menggenggam, melainkan yang mengutus. Berkat yang ditahan akan berhenti; berkat yang dibagikan justru berlipat. Dari pelepasan Antiokhia itulah Injil berlayar ke Siprus dan kelak ke seluruh dunia.
Injil hari ini menunjukkan pola yang sama pada Yesus sendiri. Ia berkata: Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang mengutus Aku. Yesus adalah Utusan Bapa; barangsiapa melihat Dia, melihat Bapa yang mengutus-Nya. Seluruh hidup-Nya adalah hidup yang dilepas Bapa demi dunia.
Kita pun menggenggam banyak hal: anak, harta, waktu, orang yang kita andalkan. Adakah yang sedang diminta Roh untuk kita lepaskan bagi tugas yang lebih besar?
Bapa, ajarilah kami melepas dengan rela apa yang Engkau minta, sebab dari tangan yang terbuka Engkau bekerja. Amin.