‹ Semua renungan

Selasa, 20 April 2027

Nama Baru di Antiokhia

Di kampung, julukan jarang dipilih sendiri. Ia diberikan orang lain, berdasarkan apa yang mereka lihat. Yang rajin ke sawah dijuluki menurut sawahnya. Yang pandai mengaji dijuluki menurut kajinya. Julukan adalah cermin: begitulah kita tampak di mata tetangga.

Bacaan pertama menutup dengan catatan sejarah yang berharga: di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. Sebutan itu bukan hasil rapat para rasul. Ia lahir dari mulut penduduk kota. Kata Kristen berakar pada Christos, Yang Diurapi. Orang-orang Antiokhia rupanya melihat sekelompok orang yang tingkah lakunya, tutur katanya, dan kasihnya terus-menerus mengingatkan pada Kristus, sampai nama-Nya melekat menjadi julukan mereka.

Apa yang mereka lihat? Jemaat yang lahir dari para pengungsi penganiayaan, yang berani memberitakan Yesus kepada orang Yunani, yang dibina Barnabas dan Saulus selama setahun penuh. Kasih karunia Allah tampak di sana, kata Lukas, sampai Barnabas bersukacita melihatnya.

Dalam Injil, Yesus berkata: domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. Julukan Kristen hanyalah pengesahan dari luar atas apa yang terjadi di dalam: orang-orang itu memang mengikuti suara Gembala mereka.

Kita mewarisi nama itu di kartu identitas kita. Pertanyaannya menggelitik: kalau nama itu belum tercantum, akankah tetangga tetap menjuluki kita pengikut Kristus dari cara hidup kita?

Tuhan Yesus, jadikanlah hidup kami sedemikian serupa dengan-Mu, sehingga nama Kristen yang kami sandang sungguh pantas kami pakai. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →