‹ Semua renungan

Senin, 19 April 2027

Mengenal dari Suaranya

Anak kecil bisa tertidur di ruang tamu yang ramai, tetapi langsung menoleh ketika ibunya memanggil dari dapur. Di antara banyak suara, telinga kita menyimpan beberapa suara khusus. Langkah bapak di teras. Panggilan ibu. Kita mengenalinya tanpa perlu melihat.

Yesus memakai pengalaman sehari-hari itu untuk berbicara tentang diri-Nya. Gembala memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya, dan domba-domba itu mengikutinya karena mengenal suaranya. Suara orang asing tidak mereka ikuti; malah mereka lari daripadanya. Lalu Yesus menajamkan: Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat. Pencuri datang untuk mencuri dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dalam segala kelimpahan.

Bacaan pertama menunjukkan Petrus yang sedang belajar mengenali suara itu. Lewat penglihatan tentang kain berisi segala jenis binatang, Allah mengajarinya sesuatu yang mengguncang kebiasaannya: apa yang dinyatakan halal oleh Allah tidak boleh ia nyatakan haram. Suara Tuhan ternyata bisa mengajak kita keluar dari pagar lama, menuju orang-orang yang selama ini kita anggap bukan bagian kita.

Setiap hari begitu banyak suara memanggil kita: suara pasar, suara ketakutan, suara gengsi. Semuanya mengaku tahu jalan hidup kita. Telinga yang jarang mendengarkan Tuhan akan sulit membedakan suara-Nya dari suara pencuri.

Kapan terakhir kali kita hening cukup lama untuk mengenali suara Sang Gembala?

Tuhan Yesus, pintu keselamatan kami, latihlah telinga hati kami mengenal suara-Mu di antara banyak suara. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →