‹ Semua renungan

Rabu, 14 April 2027

Benih yang Tersebar

Petani tahu satu rahasia sederhana: benih yang menumpuk di lumbung tidak menghasilkan apa-apa. Benih baru berguna justru ketika ia dihamburkan, dipisahkan dari tumpukannya, jatuh sendirian di tanah yang jauh.

Kemarin kita mendengar Stefanus mati dirajam dan penganiayaan hebat mulai melanda jemaat Yerusalem. Kalau dilihat sekilas, itu bencana. Jemaat yang tadinya berkumpul hangat kini tercerai-berai ke seluruh Yudea dan Samaria. Tetapi Lukas mencatat kalimat yang mengejutkan: mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil.

Penganiayaan yang dimaksudkan untuk memadamkan api justru menerbangkan bara ke mana-mana. Filipus tiba di Samaria, wilayah yang selama ini dihindari orang Yahudi, dan kota itu dipenuhi sukacita besar. Yang oleh musuh disebut pembubaran, oleh Allah dipakai sebagai penaburan.

Injil hari ini memberi jaminan yang menopang para pengungsi iman itu: semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Mereka boleh terusir dari kota, tetapi tidak pernah terbuang dari tangan Tuhan.

Kita pun kadang merasa terlempar: pindah tugas yang tak diminta, rencana yang buyar, tempat baru yang asing. Siapa tahu kita bukan sedang dibuang. Siapa tahu kita sedang ditabur.

Tuhan, ketika hidup menghamburkan kami ke tempat yang tak kami pilih, jadikanlah kami benih Injil-Mu di sana. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →