‹ Semua renungan

Selasa, 13 April 2027

Saksi Sampai Selesai

Kemarin kita melihat wajah Stefanus bercahaya seperti malaikat di ruang sidang. Hari ini batu-batu melayang ke arahnya.

Kata martir sebenarnya kata yang tenang. Ia berasal dari bahasa Yunani martys, artinya saksi. Awalnya kata itu dipakai di ruang pengadilan, bukan di tempat penyiksaan. Baru kemudian sejarah menambahkan makna darah, karena begitu banyak saksi Kristus yang membayar kesaksiannya dengan nyawa. Stefanus adalah yang pertama.

Perhatikan apa yang dilakukannya di ujung hidupnya. Ia menatap ke langit dan melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Ia berdoa seperti Gurunya di salib: terimalah rohku. Lalu, sambil berlutut di bawah hujan batu, ia berseru untuk para pembunuhnya: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Kesaksian yang paling keras justru diucapkan dengan pengampunan yang paling lembut.

Di pinggir kerumunan itu berdiri seorang muda bernama Saulus, menjaga jubah para pelempar. Kelak kita tahu, doa Stefanus tidak jatuh ke tanah. Pemuda itu akan menjadi Paulus.

Dalam Injil, Yesus berkata: Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi. Stefanus telah makan roti itu, maka maut pun tidak membuatnya gentar.

Kita mungkin tidak diminta mati bagi Kristus. Tetapi setiap hari kita diminta hidup bagi-Nya. Kesaksian kecil apa yang bisa kita selesaikan hari ini?

Tuhan Yesus, roti hidup, kuatkanlah kami menjadi saksi-Mu yang setia sampai selesai, dan ajarilah kami mengampuni seperti Stefanus. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →