Senin, 12 April 2027
Wajah yang Tidak Bisa Berbohong
Wajah adalah bagian tubuh yang paling sulit diajak berbohong. Orang bisa mengatur kata-kata, tetapi mata dan raut muka sering membocorkan isi hati. Kita hafal wajah orang yang sedang marah walau mulutnya berkata tidak apa-apa. Kita juga mengenali wajah orang yang damai, meski hidupnya sedang susah.
Stefanus berdiri di hadapan Mahkamah Agama sebagai terdakwa. Saksi-saksi palsu dimajukan. Tuduhan berat dijatuhkan: menghina tempat kudus dan hukum Taurat. Dalam posisi seperti itu wajah orang biasanya pucat, tegang, atau penuh amarah. Tetapi Lukas mencatat hal yang mencengangkan: semua orang di sidang itu melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
Dari mana wajah seperti itu? Bukan dari perawatan, melainkan dari isi. Stefanus penuh dengan Roh Kudus. Yang memenuhi hatinya memancar ke mukanya. Ia sedang dianiaya, tetapi tidak sedang kalah.
Injil hari ini memberi kuncinya. Yesus berkata: bekerjalah bukan untuk makanan yang akan binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Orang yang hidupnya dikenyangkan perkara yang kekal tidak mudah hancur oleh perkara yang fana. Sidang boleh mengancam tubuhnya. Hidupnya tersimpan di tempat lain.
Kalau orang menatap wajah kita hari-hari ini, cerita apa yang terbaca di sana: kecemasan akan yang binasa, atau damai dari yang kekal?
Tuhan, penuhilah kami dengan Roh-Mu, agar wajah kami memancarkan damai-Mu di tengah kesulitan. Amin.