‹ Semua renungan

Sabtu, 10 April 2027

Suara di Tengah Gelombang

Perjalanan malam selalu menggandakan rasa takut. Jalan yang sama, yang siang hari biasa saja, malam hari terasa panjang dan penuh bayangan. Apalagi kalau hujan turun dan lampu jauh dari mana-mana.

Kemarin kita mendengar lima ribu orang dikenyangkan, lalu Yesus menyingkir ke gunung seorang diri. Malam harinya para murid menyeberang danau tanpa Dia. Injil mencatat dengan hemat: hari sudah gelap, Yesus belum juga datang, dan laut bergelora karena angin kencang. Tiga keterangan pendek yang merangkum banyak malam dalam hidup kita. Gelap. Tuhan terasa jauh. Gelombang tidak berhenti.

Sesudah mereka mendayung jauh, Yesus datang berjalan di atas air. Anehnya, kedatangan-Nya justru menambah takut. Mereka mengira melihat sesuatu yang lain. Betapa sering pertolongan Tuhan tidak kita kenali karena datang dengan cara yang tidak kita duga. Lalu terdengar suara itu: Aku ini, jangan takut. Dan seketika perahu sampai ke pantai tujuan.

Bacaan pertama memperlihatkan jemaat yang juga sedang menyeberangi gelombang: ada sungut-sungut soal pembagian untuk para janda. Mereka tidak panik. Mereka berdoa, memilih tujuh orang penuh Roh, dan firman Allah makin tersebar. Badai komunitas diselesaikan dengan tenang.

Malam gelap mana yang sedang kita dayungi sekarang? Dengarkanlah baik-baik. Di tengah gelombang itu ada suara yang sama: Aku ini, jangan takut.

Tuhan Yesus, datanglah ke perahu kami yang diguncang gelombang, dan tenangkanlah hati kami dengan suara-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →