Jumat, 9 April 2027
Bekal Anak Kecil
Ibu-ibu punya keahlian yang tidak diajarkan sekolah mana pun: memasak untuk lima orang, lalu tamu datang sepuluh, dan entah bagaimana semua pulang kenyang. Ditanya rahasianya, jawabnya singkat: dicukup-cukupkan, nanti juga cukup.
Di padang rumput seberang danau Galilea, lima ribu orang lapar. Filipus langsung menghitung: roti seharga dua ratus dinar pun tidak akan cukup. Hitungannya benar. Logikanya rapi. Tetapi logika itu berhenti pada tidak mungkin.
Andreas membawa pendekatan lain. Ia menemukan seorang anak dengan lima roti jelai dan dua ikan, lalu berkata jujur: tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? Ia sendiri ragu. Namun ia tetap membawa yang sedikit itu kepada Yesus. Dan di tangan Yesus, yang sedikit itu diberkati, dipecah, dibagikan, sampai dua belas bakul sisa.
Perhatikan urutannya. Mukjizat itu tidak turun dari langit kosong. Ia berangkat dari bekal seorang anak kecil yang rela dilepas. Tuhan sanggup bekerja dari nol, tetapi Ia suka bekerja dari pemberian kita yang tidak seberapa.
Kita sering menahan diri karena merasa kecil. Apalah artinya tenaga saya, uang saya, waktu saya. Injil hari ini menjawab: serahkan saja dulu. Perkara melipatgandakan, itu bagian Tuhan.
Bekal kecil apa yang hari ini bisa kita taruh di tangan Yesus?
Tuhan Yesus, terimalah lima roti dan dua ikan kami. Pakailah yang sedikit ini untuk kenyangnya banyak orang. Amin.