‹ Semua renungan

Sabtu, 3 April 2027

Kabar yang Sulit Dipercaya

Di kampung, kabar buruk selalu lebih laju daripada kabar baik. Berita orang jatuh dari pohon menyebar dalam hitungan menit. Tetapi kabar orang sembuh dari sakit keras? Orang-orang menimbang dulu. Ah, masak iya. Jangan-jangan cuma kabar burung. Hati kita memang lebih terlatih curiga daripada percaya.

Injil hari ini memotret kecenderungan itu dengan jujur. Pada malam Paskah kita mendengar para perempuan diberi pesan di kubur kosong: Ia mendahului kamu ke Galilea. Hari ini Markus merangkum apa yang terjadi sesudahnya. Maria Magdalena melihat Tuhan yang bangkit dan memberitahukannya. Para murid tidak percaya. Dua murid lain berjumpa dengan-Nya di perjalanan dan bercerita. Tetap tidak dipercaya. Dua kali kabar sukacita itu ditolak oleh orang-orang yang mestinya paling siap menerimanya.

Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas murid dan mencela kedegilan hati mereka. Kita menunggu kalimat berikutnya berupa hukuman. Yang keluar justru pengutusan: pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Bagaimana bisa? Orang-orang yang gagal percaya justru diutus membawa berita iman? Di sinilah keajaiban Paskah bekerja. Tuhan tidak menunggu kita sempurna dulu baru memakai kita. Ia memakai orang-orang yang pernah ragu, supaya mereka tahu rasanya ragu, dan tahu bagaimana menemani orang yang ragu.

Buktinya ada di bacaan pertama. Petrus dan Yohanes, dua orang dari kelompok yang dulu degil itu, kini berdiri di hadapan Mahkamah Agama. Mereka diancam, dilarang bicara tentang Yesus. Jawab mereka tenang sekali: tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar. Sidang itu heran, sebab keduanya orang biasa yang tidak terpelajar. Modal mereka memang bukan gelar. Modal mereka pengalaman berjumpa dengan Yang Hidup. Pengalaman semacam itu tidak bisa disita oleh ancaman mana pun.

Kita pun sering menjadi murid yang lambat percaya. Kabar baik Tuhan terasa terlalu bagus untuk benar. Pengampunan terasa terlalu murah. Kebangkitan terasa terlalu jauh. Tidak apa-apa. Para rasul pernah di titik itu. Yang penting jangan berhenti di situ. Keraguan boleh menjadi pintu masuk, asal jangan menjadi rumah tinggal.

Hari ini, kabar baik mana yang masih kita tahan di mulut karena takut tidak dipercaya orang?

Tuhan Yesus, Engkau tetap mengutus murid-murid yang pernah ragu. Utuslah kami juga, dengan segala kelemahan kami, menjadi pembawa kabar sukacita-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →