‹ Semua renungan

Kamis, 25 Maret 2027

Inilah Tubuhku

Kalimat paling tulus di dunia sering kali kalimat yang paling pendek. Seorang ibu yang menyuapi anaknya tidak berpidato tentang cinta. Ia hanya menyodorkan piring: ini, makan. Tubuhnya sendiri yang lelah memasak adalah kata pengantarnya.

Hari ini Gereja masuk ke Kamis Putih, gerbang Trihari Suci. Dan bacaan-bacaan hari ini mempertemukan kita dengan dua kalimat penyerahan yang saling bergema, diucapkan tiga puluh tiga tahun berjarak.

Yang pertama diucapkan di Nazaret oleh seorang perawan muda. Kepada malaikat yang membawa kabar mustahil, Maria menjawab: sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu. Ia menyerahkan tubuhnya menjadi rumah pertama bagi Allah yang mau tinggal di antara manusia. Biasanya Gereja merayakan kabar sukacita itu setiap tanggal dua puluh lima Maret. Tahun ini tanggal itu jatuh tepat pada Kamis Putih, dan kedua misteri itu saling menerangi. Imanuel, kata Yesaya dalam bacaan pertama: Allah menyertai kita.

Yang kedua diucapkan di ruang atas Yerusalem, pada malam sebelum sengsara-Nya. Yesus mengambil roti, memecahkannya, dan berkata: inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu. Surat Ibrani hari ini merangkum seluruh hidup-Nya dalam satu kalimat: korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

Tubuh yang dikandung Maria karena kata jadilah adalah tubuh yang sama yang malam ini dipecah-pecahkan karena kata ambillah. Fiat Maria bermuara di Ekaristi Yesus. Kata Ekaristi sendiri berasal dari bahasa Yunani, eucharistia, artinya pengucapan syukur. Pada malam Ia dikhianati, Yesus tidak mengutuk. Ia bersyukur, lalu membagikan diri-Nya.

Malam ini juga Ia berlutut membasuh kaki para murid, termasuk kaki yang sebentar lagi melangkah menjualnya. Ekaristi dan basuhan kaki adalah satu pelajaran yang sama: kasih yang sejati selalu berbentuk tubuh yang diberikan. Bukan sekadar perasaan, bukan sekadar kata, melainkan waktu, tenaga, kehadiran, hidup. Malam ini pula Gereja mengenang lahirnya imamat, sebab Ia berpesan: perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku. Pesan itu bukan hanya untuk altar, melainkan untuk seluruh cara kita hidup.

Kita menerima Komuni bukan sebagai penonton yang dapat suvenir. Yang menerima tubuh Kristus diminta menjadi tubuh yang dibagikan. Jadilah padaku, kata Maria. Inilah tubuhku, kata Yesus. Beranikah kita mengucapkan dua kalimat itu sekaligus?

Tuhan Yesus, pada malam kudus ini Engkau memberi diri-Mu habis-habisan. Jadikanlah hidupku roti yang boleh Kaupecah dan Kaubagikan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →