‹ Semua renungan

Sabtu, 20 Maret 2027

Hitung-hitungan Kayafas

Setiap rapat punya jurus pamungkas yang sama: demi kebaikan bersama. Kalimat itu mulia bunyinya, tetapi berbahaya, sebab hampir semua pengorbanan orang kecil dalam sejarah disahkan atas namanya.

Injil hari ini membawa kita masuk ke sebuah rapat. Mahkamah Agama berkumpul, gelisah: orang itu membuat banyak mujizat, kalau dibiarkan semua orang percaya kepada-Nya, dan orang Roma akan datang merampas tempat suci kita. Lalu Kayafas, sang Imam Besar, menutup perdebatan dengan hitung-hitungan dingin: lebih berguna jika satu orang mati untuk bangsa ini daripada seluruh bangsa binasa.

Satu nyawa ditukar stabilitas. Rapat selesai, keputusan bulat: Yesus harus dibunuh. Secara politik, masuk akal. Secara matematika, efisien. Dan justru di situ letak seramnya: kejahatan paling besar sering lahir bukan dari kebencian yang meledak, melainkan dari kalkulasi yang tenang.

Tetapi Yohanes menyisipkan catatan yang mencengangkan. Tanpa sadar, Kayafas bernubuat. Yesus memang akan mati untuk bangsa itu, bahkan untuk mengumpulkan anak-anak Allah yang tercerai-berai, seperti janji lewat Yehezkiel: satu kawanan, satu gembala. Hitungan licik manusia dipakai Allah untuk aritmetika kasih-Nya sendiri: satu untuk semua.

Pernahkah kita mengorbankan seseorang demi amannya hitung-hitungan kita?

Tuhan, jauhkanlah aku dari akal sehat yang menumbalkan orang lain. Engkau memilih menjadi yang dikorbankan, bukan yang mengorbankan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →