‹ Semua renungan

Selasa, 16 Maret 2027

Obat yang Dipandang

Kemarin kita melihat Yesus meletakkan perkara perempuan berdosa itu dengan pengampunan. Hari ini Ia berbicara tentang diri-Nya sendiri: apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia.

Kata meninggikan itu punya akar yang tua. Di padang gurun, umat Israel yang bersungut-sungut dipagut ular tedung. Obat yang diberikan Tuhan aneh sekali: Musa disuruh membuat ular tembaga dan menaruhnya di sebuah tiang. Siapa yang terpagut, cukup memandang ular itu, dan ia hidup.

Aneh, sebab obatnya berupa gambar penyakitnya sendiri. Yang meracuni dan yang menyembuhkan sama-sama berbentuk ular. Bedanya satu: yang di tanah memagut, yang ditinggikan menyelamatkan.

Salib bekerja dengan logika yang sama. Yang membunuh manusia adalah dosa, dan yang tergantung di salib adalah Dia yang menanggung dosa itu. Kita disembuhkan dengan memandang luka kita sendiri yang dipikul orang lain.

Dan syaratnya tetap sesederhana di padang gurun: memandang. Bukan memahami seluruhnya, bukan membayar, bukan menjadi hebat dulu. Orang terpagut yang hampir mati hanya perlu mengarahkan mata.

Ke mana mata kita paling sering memandang ketika hidup terasa terpagut?

Tuhan Yesus, Engkau ditinggikan bagiku. Bila racun dunia menjalar di hatiku, arahkanlah mataku kepada salib-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →