‹ Semua renungan

Senin, 15 Maret 2027

Batu yang Diletakkan

Batu itu benda yang jujur. Ia tidak bisa melukai dari dalam saku. Supaya batu mencelakai orang, harus ada tangan yang memungutnya, menggenggamnya, lalu melemparkannya. Batu tidak pernah bersalah. Tangan yang menggenggamnyalah yang harus ditanya.

Pagi itu di Bait Allah, sebuah perangkap dipasang rapi. Seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah diseret ke tengah. Hukum Musa memerintahkan rajam, kata mereka. Bagaimana pendapat-Mu? Kalau Yesus melarang, Ia melawan Taurat. Kalau Ia menyetujui, ke mana perginya semua ajaran-Nya tentang belas kasih?

Yesus tidak menjawab. Ia membungkuk dan menulis dengan jari-Nya di tanah. Lalu satu kalimat itu keluar: barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu.

Yang terjadi kemudian nyaris tanpa suara. Mereka pergi seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Mungkin karena yang tua paling banyak ingatannya. Tidak ada batu yang melayang hari itu. Hanya batu-batu yang diam-diam diletakkan kembali ke tanah.

Tinggallah dua orang: yang berdosa dan Dia yang tanpa dosa. Satu-satunya yang berhak melempar justru berkata: Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.

Batu siapa yang masih tergenggam di tangan kita hari ini?

Tuhan, Engkau tidak melempariku dengan batu yang layak kuterima. Ajarilah aku meletakkan batuku, satu demi satu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →