Jumat, 12 Maret 2027
Cermin yang Mengganggu
Tidak ada yang salah dengan cermin. Ia hanya memantulkan apa adanya. Tetapi pada hari kita merasa berantakan, kita menghindari cermin. Bukan cermin yang jahat. Kita saja yang tidak siap melihat.
Kitab Kebijaksanaan membuka rencana orang-orang fasik dengan jujur yang mengerikan: marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan. Perhatikan alasannya. Orang benar itu tidak menyerang mereka. Ia hanya hidup lurus. Tetapi hidupnya yang lurus itu sendiri sudah terasa seperti dakwaan. Hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita, kata mereka.
Itulah yang terjadi pada Yesus. Dalam Injil hari ini orang-orang Yerusalem berbisik: bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Ia belum diadili, tetapi hukumannya sudah diputuskan. Kebaikan-Nya terlalu terang, dan terang selalu mengganggu mata yang lama di gelap.
Kisah ini menyimpan peringatan yang halus. Kita belum tentu ada di pihak orang benar. Kadang kita justru yang terganggu: oleh rekan yang menolak ikut curang, oleh teman yang mengingatkan, oleh pasangan yang jujur. Rasa terganggu itu patut dicurigai.
Siapa yang belakangan ini terasa mengganggu kita justru karena ia benar?
Tuhan, bila kebenaran menggangguku, jangan biarkan aku memecahkan cerminnya. Ubahlah aku yang bercermin. Amin.