‹ Semua renungan

Kamis, 11 Maret 2027

Berdiri di Tengah

Ada pemandangan yang selalu mengharukan di sekolah: orang tua yang datang menghadap wali kelas untuk anaknya yang bermasalah. Anak itu jelas bersalah. Tetapi bapaknya duduk di situ, menunduk, memohon, memasang badan. Ia tidak membenarkan kesalahan anaknya. Ia hanya tidak sanggup membiarkan anaknya sendirian menanggung akibat.

Musa melakukan hal itu di hadapan Allah. Umat baru saja menyembah anak lembu emas, dan murka Tuhan bangkit. Bahkan ada tawaran menggiurkan untuk Musa pribadi: bangsa ini Kubinasakan, engkau Kubuat menjadi bangsa yang besar. Karier rohani yang cemerlang, dibangun di atas kehancuran orang lain.

Musa menolak. Ia justru berdiri di tengah, antara umat yang berdosa dan Allah yang murka. Ia mengingatkan Tuhan akan janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Israel. Dan kitab suci mencatat kalimat yang berani itu: menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya.

Kemarin kita mendengar Yesus berbicara tentang Bapa yang mengutus-Nya. Hari ini Ia menyebut Musa sebagai saksi tentang diri-Nya. Memang Musa hanyalah bayangan. Yang berdiri di tengah secara penuh adalah Yesus sendiri, di kayu salib.

Kita lebih sering menjadi penuntut daripada pembela. Untuk siapa kita mau berdiri di tengah hari ini?

Tuhan Yesus, Engkau membela aku ketika aku pantas dihukum. Jadikanlah aku pembela, bukan penuntut, bagi sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →