Selasa, 9 Maret 2027
Tiga Puluh Delapan Tahun
Kemarin kita mendengar pegawai istana yang percaya pada sepatah kata Yesus dan anaknya sembuh dari jauh. Hari ini Yesus tiba di Yerusalem, di sebuah kolam bernama Betesda, dan bertemu dengan penunggu paling lama di sana.
Tiga puluh delapan tahun orang itu sakit. Bayangkan antre di puskesmas sejak muda dan baru dipanggil ketika rambut sudah putih. Ia menunggu air kolam bergoncang, dan setiap kali goncangan datang, orang lain selalu mendahuluinya. Tidak ada yang menurunkannya. Tidak ada yang mengantre untuknya.
Pertanyaan Yesus terdengar aneh: maukah engkau sembuh? Untuk apa bertanya kepada orang yang sudah menunggu selama itu? Tetapi dengarkan jawabannya. Orang itu tidak menjawab mau. Ia menjawab dengan daftar alasan: tidak ada orang yang menolong, orang lain mendahului aku. Tiga puluh delapan tahun cukup untuk membuat orang berdamai dengan sakitnya sendiri.
Yesus memotong lingkaran itu. Bangunlah, angkat tilammu, berjalanlah. Yehezkiel pernah melihat air mengalir dari Bait Suci, makin jauh makin dalam, menghidupkan segala yang dilaluinya. Air itu kini berdiri di tepi kolam, bertanya kepada kita juga.
Jangan-jangan ada luka yang sudah terlalu lama kita pelihara sampai kita lupa ingin sembuh.
Tuhan, aku sering betah dengan sakitku sendiri. Tanyakan lagi kepadaku hari ini: maukah engkau sembuh? Dan mampukan aku menjawab: mau. Amin.