‹ Semua renungan

Senin, 8 Maret 2027

Cukup Sepatah Kata

Orang tua dulu punya ungkapan: pegang omongannya. Zaman itu utang bisa berjalan tanpa surat, tanah berpindah dengan kesepakatan lisan. Sebuah kata yang diucapkan orang yang tepercaya sudah cukup kuat untuk dipegang, melebihi kertas bermeterai.

Pegawai istana di Kapernaum datang kepada Yesus dengan permintaan yang jelas: Tuhan, datanglah sebelum anakku mati. Ia ingin Yesus hadir secara fisik, memegang anak itu, melihat demamnya. Yesus tidak ikut. Ia hanya memberi sepatah kalimat: pergilah, anakmu hidup.

Ayat berikutnya diam-diam mengharukan. Orang itu percaya akan perkataan Yesus, lalu pergi. Ia pulang berjam-jam lamanya hanya berbekal satu kalimat, tanpa bukti apa pun di tangan. Di tengah jalan barulah para hamba menyongsongnya: anak itu sembuh, tepat pada jam ketika Yesus berbicara.

Yesaya hari ini melukiskan Allah yang berjanji menciptakan langit baru dan bumi baru, tanpa tangis dan erang. Janji itu pun baru sebagian kita lihat. Sisanya kita pegang seperti pegawai istana itu: berjalan pulang sambil menggenggam kata-kata-Nya.

Iman memang bukan melihat dulu baru percaya. Iman adalah berjalan pulang dengan sepatah kata dari Tuhan di tangan.

Janji Tuhan mana yang hari ini cukup bagi kita untuk melangkah?

Tuhan, aku tidak selalu melihat tanda. Berilah aku iman pegawai istana itu, yang pulang hanya berbekal sabda-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →