Rabu, 3 Maret 2027
Resep Warisan
Hampir setiap keluarga punya resep warisan. Sambal buatan nenek, misalnya. Takarannya diwariskan dengan pesan: jangan dikurangi satu bahan pun. Cucu yang malas menumbuk dan memilih cabai giling instan akan tahu akibatnya. Rasanya mirip, tetapi bukan itu. Ada yang hilang, dan lidah nenek pasti tahu.
Musa berpesan serupa kepada Israel. Ketetapan Tuhan jangan ditambah, jangan dikurangi. Bukan karena Allah gila aturan, melainkan karena hukum itu tanda kedekatan. Bangsa besar manakah yang mempunyai allah sedekat ini, tanyanya. Hukum adalah resep hidup dari Dia yang tahu persis bagaimana kita diciptakan.
Yesus melanjutkan nada itu. Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan menggenapinya. Satu iota pun tidak akan lenyap. Iota adalah huruf terkecil dalam abjad Yunani, sekadar goresan pendek. Bahkan yang sekecil itu berharga di mata-Nya.
Kita cenderung kebalikannya. Perintah besar kita hormati, perintah kecil kita anggap boleh ditawar. Padahal justru dalam perkara kecil watak kita dibentuk setiap hari. Jujur dalam laporan besar, longgar dalam bon kecil. Setia dalam janji besar, lalai dalam kata-kata harian.
Perintah kecil mana yang selama ini kita anggap remeh?
Tuhan, jadikanlah aku setia dalam perkara kecil, sebab di sana kasihku yang sesungguhnya teruji. Amin.