‹ Semua renungan

Selasa, 2 Maret 2027

Buku Kasbon

Warung dekat rumah punya buku tulis lusuh. Isinya catatan utang para tetangga. Anehnya, yang paling hafal isi buku itu bukan pemilik warung. Justru kita, yang hafal betul siapa pernah pinjam berapa kepada kita, dan belum kembali sampai sekarang.

Petrus datang membawa hitungan. Sampai tujuh kali aku harus mengampuni? Ia merasa sudah murah hati. Jawaban Yesus meledakkan kalkulatornya: tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya, berhentilah menghitung. Sebab pengampunan yang masih memakai hitungan bukanlah pengampunan, melainkan penundaan tagihan.

Lalu Yesus bercerita. Seorang hamba berutang sepuluh ribu talenta, jumlah yang mustahil dilunasi seumur hidup. Raja menghapusnya begitu saja. Keluar dari ruangan itu, hamba tadi mencekik kawan yang berutang seratus dinar kepadanya. Utang sebesar gunung dihapus, utang sebesar kerikil ditagih sambil mencekik.

Kita tertawa membaca kisah itu, sampai sadar bahwa itu potret kita. Diampuni besar-besaran, menagih kecil-kecilan. Setiap hari kita berdoa: ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni. Kata seperti itu mengikat. Kita meminta diampuni dengan ukuran yang kita pakai untuk orang lain.

Siapa yang masih tercatat di buku kasbon hati kita hari ini?

Bapa, Engkau telah merobek catatan utangku. Ajarilah aku merobek catatanku atas sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →