Kamis, 4 Maret 2027
Rumah yang Sunyi
Ada rumah yang perabotnya lengkap tetapi terasa sunyi. Bukan karena kosong. Penghuninya lengkap, hanya saja dua orang di dalamnya sudah bertahun tidak saling bicara. Lewat di ruang tamu seperti lewat di depan orang asing. Semua orang serumah tahu, dan semua ikut membisu. Makin lama, diam itu makin keras bunyinya, lebih keras dari pertengkaran mana pun.
Injil hari ini bercerita tentang setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Menarik bahwa yang jahat di sini bekerja bukan dengan teriakan, melainkan dengan diam. Memutus kata. Menutup mulut. Membekukan sapaan. Dosa ternyata tidak selalu berisik.
Yeremia menggambarkan umat yang sama bisunya terhadap Allah. Mereka tidak mau mendengarkan, tidak mau menjawab, memperlihatkan belakang dan bukan muka. Membelakangi adalah bahasa tubuh orang yang memutus percakapan.
Yesus datang membalikkan itu semua. Ia membuka yang terkunci, mencairkan yang beku. Dan Ia menegaskan: siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Tidak ada posisi netral dalam urusan memulihkan relasi.
Dengan siapa kita sudah terlalu lama saling membisu? Prapaskah adalah waktu yang baik untuk menyapa lebih dulu.
Tuhan, usirlah kebisuan dari rumahku dan dari hatiku. Berilah aku keberanian untuk bicara lebih dahulu. Amin.