‹ Semua renungan

Kamis, 25 Februari 2027

Akar di Tepi Air

Dua pohon bisa melewati musim kering yang sama dengan nasib berbeda. Yang satu meranggas, yang satu tetap hijau. Bedanya tidak kelihatan dari luar. Bedanya ada di bawah tanah, pada arah akarnya mencari air.

Yeremia memakai gambar itu untuk dua macam manusia. Yang mengandalkan kekuatannya sendiri seperti semak bulus di padang belantara: hidup, tetapi kerdil dan gersang. Yang mengandalkan Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi air: tidak kuatir dalam tahun kering, tidak berhenti menghasilkan buah. Perhatikan: keduanya sama-sama kena panas terik. Iman tidak meniadakan musim kering. Iman menentukan ke mana akar kita minum. Pohon tidak bisa memilih cuacanya; ia hanya bisa memilih tempat berakar.

Orang kaya dalam Injil adalah semak yang tampak seperti pohon. Jubah ungu, pesta setiap hari. Akarnya menghunjam ke hartanya sendiri, sampai ia tidak pernah melihat Lazarus yang terkapar di depan pintunya. Ketika musim hidup berganti, terbukalah keadaan akarnya yang sesungguhnya. Menariknya, dalam kisah itu nama Lazarus dikenang, nama si kaya tidak.

Prapaskah adalah musim memeriksa akar, bukan sekadar memangkas daun.

Seandainya penghasilan atau kesehatan kita mendadak surut, masihkah batin kita punya sumber air?

Tuhan, tanamlah aku di tepi air-Mu, supaya pada tahun keringku daunku tetap hijau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →