Selasa, 23 Februari 2027
Noda yang Katanya Permanen
Ibu-ibu tahu, ada noda yang menyerah pada sekali kucek, dan ada noda yang bertahan melawan segala macam sabun. Kunyit di baju putih, misalnya. Direndam semalaman pun bekasnya masih membayang. Ujung-ujungnya baju itu hanya dipakai di rumah.
Dosa sering kita rasakan seperti noda jenis kedua. Sudah menyesal, sudah mengaku, bekasnya seakan tetap tinggal. Ada orang yang seumur hidup tidak berani merasa diampuni. Setiap kali hendak berbuat baik, bayangan lama itu muncul menyindir.
Kepada orang seperti itulah Yesaya membawa kabar hari ini. Tuhan sendiri yang mengajak: marilah, baiklah kita berperkara. Lalu janji yang nyaris tidak masuk akal: sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju. Kirmizi adalah pewarna merah paling pekat pada zaman itu, yang mustahil luntur dari kain. Justru gambar itulah yang dipilih Allah: noda yang paling permanen pun sanggup diputihkan-Nya.
Syaratnya bukan upacara rumit: berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik, belalah hak anak yatim, perjuangkanlah perkara janda. Pemutihan dari Allah selalu mengalir keluar menjadi keadilan bagi sesama, bukan berhenti sebagai perasaan lega pribadi.
Noda mana yang selama ini kita anggap terlalu pekat, bahkan untuk Allah?
Tuhan, kuserahkan noda yang paling kusembunyikan. Putihkanlah ia menurut janji-Mu. Amin.