‹ Semua renungan

Jumat, 19 Februari 2027

Arsip yang Dihapus

Manusia pandai mengarsip kesalahan orang lain. Peristiwa bertahun-tahun silam masih bisa kita ceritakan lengkap dengan tanggalnya. Arsip itu kita buka lagi setiap kali bertengkar. Anehnya, arsip kesalahan sendiri kita simpan di laci paling dalam.

Yehezkiel mewartakan Allah yang cara kerjanya terbalik. Jika orang fasik bertobat, segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi. Allah, yang paling berhak menyimpan catatan, justru memusnahkan arsip orang yang berbalik. Manusia mengampuni sambil tetap mencatat; Allah mengampuni dan menghapus.

Umat protes: tindakan Tuhan tidak tepat! Kita diam-diam ikut protes: enak sekali orang jahat yang bertobat di ujung jalan. Tetapi Allah balik bertanya: apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya, supaya ia hidup? Keadilan Allah tidak dingin seperti pembukuan. Ia hangat seperti hati seorang bapa.

Karena itu Yesus dalam Injil meminta kita berdamai dahulu sebelum membawa persembahan ke mezbah. Ibadah tidak bisa berjalan di atas arsip dendam yang masih terbuka. Persembahan boleh menunggu; pendamaian tidak.

Arsip siapa yang masih kita simpan rapat-rapat, padahal arsip kita sendiri sudah lama dihapus Allah?

Tuhan, Engkau tidak mengungkit dosa yang telah kusesali. Berilah aku kebesaran hati untuk menutup catatan kesalahan sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →