‹ Semua renungan

Selasa, 16 Februari 2027

Hujan Tidak Pernah Sia-Sia

Hujan tidak pernah berbicara. Ia hanya turun, membasahi tanah, lalu pergi. Berminggu-minggu kemudian kita baru menyadari hasil kerjanya: padi menghijau, sumur terisi, tanah menjadi gembur. Kerja besar memang jarang berisik.

Yesaya memakai gambar itu untuk firman Allah: seperti hujan turun dari langit dan tidak kembali dengan sia-sia, demikianlah firman-Ku. Firman bekerja seperti hujan: pelan, tidak kelihatan, tetapi pasti. Kita membacanya pagi ini dan merasa tidak terjadi apa-apa. Padahal ada benih yang sedang minum.

Karena itulah Yesus melarang doa yang bertele-tele. Orang menyangka doa dikabulkan karena banyaknya kata, seolah-olah Allah perlu dirayu panjang lebar. Padahal Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta kepada-Nya. Maka Yesus memberikan doa yang pendek dan padat: Bapa Kami. Tujuh permohonan, tidak ada satu kata pun yang berlebih. Singkat bukan berarti dangkal. Doa bukan siaran panjang kepada Allah yang jauh, melainkan percakapan singkat seorang anak dengan Bapa yang dekat.

Jangan-jangan doa kita selama ini terasa kering bukan karena kurang kata, melainkan kurang diam. Hujan turun dalam sunyi.

Beranikah kita hari ini berdoa lebih singkat, tetapi lebih sungguh?

Bapa, turunkanlah firman-Mu seperti hujan atas hatiku yang kering, dan biarkanlah ia bekerja diam-diam. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →