Senin, 15 Februari 2027
Raja yang Menyamar
Ada tamu yang kita sambut habis-habisan, ada tamu yang kita layani seadanya. Diam-diam kita memasang tarif: makin penting orangnya, makin ramah kita.
Injil hari ini membongkar tarif itu. Pada penghakiman terakhir, Raja memisahkan manusia bukan berdasarkan hafalan doa atau panjang daftar kegiatannya, melainkan berdasarkan hal-hal yang nyaris remeh: memberi makan, memberi minum, memberi tumpangan, memberi pakaian, menjenguk yang sakit dan yang dipenjara.
Kejutannya ada di satu kalimat: segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Raja itu ternyata menyamar. Ia berkeliaran di sekitar kita sebagai orang lapar, orang asing, orang sakit. Kedua kelompok sama-sama kaget: bilamanakah kami melihat Engkau? Yang baik tidak sadar telah melayani Raja; yang jahat tidak sadar telah menolak-Nya.
Kitab Imamat memberi dasar yang sama. Kuduslah kamu, firman Tuhan, lalu langsung diterjemahkan ke urusan bumi: jangan menahan upah pekerja sampai besok, jangan menaruh batu sandungan di depan orang buta. Kekudusan diukur di pasar dan di dapur, bukan hanya di mezbah.
Siapa orang paling hina yang akan kita jumpai hari ini?
Tuhan, bukalah mataku untuk mengenali Engkau dalam penyamaran-Mu yang paling sederhana. Amin.