‹ Semua renungan

Kamis, 11 Februari 2027

Dua Jalan di Depan Mata

Setiap hari kita membuat ratusan pilihan kecil: menu sarapan, jalan yang dilewati, kata yang diucapkan atau ditelan kembali. Kebanyakan terasa remeh. Padahal hidup adalah tumpukan pilihan kecil itu. Arah sebuah hidup dibentuk di situ, bukan di panggung besar.

Musa, di ujung hidupnya, meringkas segala pilihan menjadi dua saja: kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Lalu ia memohon, hampir seperti orang tua yang berpesan untuk terakhir kali: pilihlah kehidupan.

Anehnya, memilih kehidupan menurut Yesus justru tampak seperti memilih kerugian: menyangkal diri, memikul salib setiap hari. Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya. Logika dunia dijungkirbalikkan. Yang tampak untung bisa membinasakan; yang tampak rugi ternyata menyelamatkan. Apa gunanya memperoleh seluruh dunia kalau diri sendiri binasa?

Prapaskah baru berumur sehari. Kemarin, pada Rabu Abu, kita bertekad berbalik. Hari ini tekad itu langsung diuji bukan dalam perkara besar, melainkan dalam pilihan-pilihan kecil: jujur atau cari aman, memaafkan atau menyimpan, memberi atau menahan. Prapaskah dimenangkan atau dikalahkan justru di perkara sekecil itu.

Sore nanti, ketika hari ini kita tinjau ulang, pilihan mana yang akan kita kenang: yang menghidupkan atau yang mematikan?

Tuhan, di setiap simpang kecil hari ini, condongkanlah hatiku kepada kehidupan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →