‹ Semua renungan

Senin, 8 Februari 2027

Dilihat Baik

Seorang ibu yang selesai memasak biasanya tidak langsung pergi. Ia berdiri sebentar, memandang meja yang sudah tertata, lalu tersenyum. Ada jeda kecil antara selesai bekerja dan menikmati hasil: jeda memandang.

Kisah penciptaan penuh dengan jeda semacam itu. Setiap kali satu tahap rampung, Allah berhenti dan melihat. Allah melihat bahwa terang itu baik. Allah melihat bahwa semuanya baik. Kalimat itu diulang seperti refrein sebuah lagu.

Dunia tidak diciptakan asal jadi. Ia dikerjakan, dipandang, dinikmati, dinilai baik. Terang dipisahkan dari gelap, air dari darat, lalu masing-masing diberi nama: siang, malam, langit, laut. Menamai adalah tanda sayang, seperti orang tua menamai anaknya. Tidak ada yang dibiarkan tanpa sebutan, tanpa tempat.

Kita sering memandang dunia dengan mata keluhan: cuaca salah terus, zaman makin rusak, harga makin naik. Padahal matahari pagi ini masih terbit tepat waktu, gratis pula. Kejadian 1 mengajak kita meminjam mata Allah lebih dulu: baik, baik, baik. Keluhan boleh menyusul; syukur harus berangkat lebih pagi.

Hari ini, sebelum mengeluh satu kali, sanggupkah kita menyebut tiga hal yang sungguh baik di sekitar kita?

Allah Pencipta, berilah aku mata-Mu, yang melihat kebaikan lebih dahulu daripada kekurangan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →