‹ Semua renungan

Sabtu, 6 Februari 2027

Jeda yang Diperintahkan

Kemarin kita mendengar kabar duka tentang Yohanes Pembaptis. Hari ini para murid pulang dari perutusan dengan penuh cerita. Ada semangat, ada juga lelah yang belum sempat diakui. Tanggapan Yesus mengejutkan: bukan evaluasi, bukan target baru, melainkan ajakan: marilah ke tempat yang sunyi, beristirahatlah seketika.

Bagi banyak orang, istirahat adalah sisa: dilakukan kalau pekerjaan sudah habis. Padahal pekerjaan tidak pernah habis. Markus mencatat, makan pun mereka tidak sempat. Justru di titik itu Yesus memerintahkan jeda. Istirahat bukan kemalasan. Ia bagian dari perutusan, sama seperti Allah sendiri berhenti pada hari ketujuh.

Menariknya, rencana istirahat itu gagal. Orang banyak berjalan kaki mendahului perahu mereka, dan Yesus tergerak oleh belas kasihan kepada domba tanpa gembala itu. Jeda boleh dibatalkan oleh kasih. Tetapi jangan pernah oleh gengsi kesibukan. Kasih tahu kapan menunda istirahat; gengsi hanya tahu tampil sibuk.

Hari ini Gereja mengenang Santo Paulus Miki dan kawan-kawannya, yang wafat disalibkan di Nagasaki sambil bernyanyi memuji Allah. Orang yang jiwanya sudah beristirahat dalam Tuhan ternyata tenang bahkan di kayu salib.

Kapan terakhir kali kita sungguh berhenti, bukan karena tumbang, melainkan karena taat?

Tuhan, ajarilah aku bekerja dengan tekun dan berhenti dengan taat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →