‹ Semua renungan

Jumat, 5 Februari 2027

Harga Sebuah Gengsi

Kemarin para murid berangkat memberitakan pertobatan. Hari ini Markus menyisipkan kisah kelam: nasib pemberita tobat yang paling berani, Yohanes Pembaptis.

Herodes sebenarnya bukan orang yang sepenuhnya buta. Ia segan kepada Yohanes, senang mendengarkannya, tahu bahwa Yohanes benar dan suci. Hatinya terombang-ambing, kata Markus. Tetapi di meja pesta ulang tahunnya, di depan para pembesar Galilea, ia terjebak sumpahnya sendiri kepada seorang penari. Ia sangat sedih, namun gengsi menang. Kepala Yohanes diantar masuk di atas sebuah talam. Pesta ulang tahun berubah menjadi hari kematian orang paling benar di Galilea.

Betapa mahal harga gengsi. Herodes membunuh bukan karena benci, melainkan karena takut kehilangan muka. Berapa banyak keputusan buruk kita lahir dari alasan serupa: sudah terlanjur bicara, malu menarik kata, malu terlihat kalah. Suara hati kalah oleh tepuk tangan para tamu.

Hari ini Gereja mengenang Santa Agata, gadis Sisilia yang disiksa dan dibunuh karena menolak meninggalkan Kristus. Herodes takut kepada tamu-tamunya; Agata tidak takut kepada penguasa. Dua meja, dua keberanian yang arahnya berlawanan.

Adakah kekeliruan yang terus kita pelihara hanya karena malu meralatnya?

Tuhan, bebaskan aku dari penjara gengsi, supaya aku berani berbalik dari langkah yang keliru. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →