‹ Semua renungan

Jumat, 29 Januari 2027

Tumbuh Saat Kita Tidur

Anak kecil yang menanam biji cabai di polybag biasanya melakukan satu kesalahan: tidak sabar. Tiap pagi ditengok, tanahnya dikorek, kalau perlu tunasnya ditarik pelan supaya cepat tinggi. Hasilnya bisa ditebak. Mati.

Yesus menggambarkan Kerajaan Allah justru sebaliknya: seorang menaburkan benih, "lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu." Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah. Petani menabur dan menuai. Pertumbuhan di antara keduanya adalah pekerjaan Allah.

Ini penghiburan besar bagi siapa saja yang merasa kerja rohaninya tidak kelihatan hasilnya. Orang tua yang mendoakan anaknya bertahun-tahun. Katekis yang mengajar anak-anak yang ributnya minta ampun. Kebaikan yang ditabur diam-diam. Jangan dikorek tiap hari. Ia sedang tumbuh, justru saat kita tidur.

Biji sesawi pun begitu: paling kecil dari segala benih, tetapi kelak burung-burung bersarang dalam naungannya. Allah rupanya gemar memulai dari yang kecil dan pelan. Alon-alon waton kelakon, kata orang tua kita: pelan-pelan asal sampai.

Tugas kita menabur dengan setia. Soal tumbuh, biarkan Allah bekerja dengan irama-Nya sendiri.

Tuhan, ajarilah aku menabur tanpa cemas dan menunggu tanpa mengorek-korek, sebab Engkaulah yang menumbuhkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →