Kamis, 28 Januari 2027
Jerami
Tomas Aquino adalah salah satu otak terbesar yang pernah dimiliki Gereja. Karyanya, Summa Theologiae, berjilid-jilid tebalnya, sampai kini masih dipelajari di seluruh dunia. Kalau ada orang yang berhak sombong karena ilmu, dialah orangnya.
Tetapi menjelang akhir hidupnya, sesudah suatu pengalaman doa yang dalam, ia berhenti menulis. Katanya, semua yang pernah ia tulis tampak seperti jerami dibandingkan dengan apa yang telah dilihatnya. Jerami. Begitu ia menilai karya raksasanya sendiri.
Injil hari ini berbicara tentang pelita: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian." Ilmu itu pelita. Gunanya menerangi orang lain, bukan menyilaukan mereka. Tomas menaruh pelitanya tinggi-tinggi seumur hidupnya, tetapi tidak pernah menyembah pelitanya sendiri.
Ada peringatan lain di perikop yang sama: "Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu." Orang berilmu mudah tergoda mengukur orang lain dengan isi kepalanya. Tomas memilih mengukur segalanya dengan Kristus, dan karena itu ia tetap rendah hati sampai akhir.
Pengetahuan membuat kita terang. Kerendahan hati membuat terang itu berguna.
Tuhan, jadikanlah ilmuku pelita bagi sesama, dan jagalah hatiku tetap kecil di hadapan-Mu yang mahaluas. Amin.