Sabtu, 23 Januari 2027
Ia Tidak Waras
Ada julukan khas untuk orang yang kebaikannya melampaui takaran umum: kurang perhitungan. Memberi terlalu banyak, dibilang tidak realistis. Memaafkan terlalu cepat, dibilang bodoh. Dunia punya batas resmi untuk kebaikan, dan siapa pun yang melewatinya dianggap aneh.
Injil hari ini hanya dua ayat, tetapi tajamnya luar biasa. Yesus begitu dikerumuni orang sampai makan pun tidak sempat. Dan reaksi kaum keluarga-Nya? Mereka datang hendak mengambil Dia, "sebab kata mereka Ia tidak waras lagi." Bukan musuh yang berkata begitu. Keluarga sendiri.
Kasih yang total memang selalu tampak berlebihan bagi yang mengukur segala hal dengan untung rugi. Sampai lupa makan demi orang banyak? Tidak masuk akal. Menyerahkan diri sampai salib? Lebih tidak masuk akal lagi. Untunglah Yesus tidak berhenti pada takaran yang dianggap waras itu, sebab keselamatan kita lahir justru dari kasih yang melampaui hitungan.
Sesekali periksalah hidup beriman kita dengan ukuran ini: pernahkah kebaikan kita dianggap berlebihan oleh orang lain? Kalau seluruh kebaikan kita selalu terasa wajar, aman, dan pas takarannya, jangan-jangan kita belum pernah sungguh mengasihi. Kasih sejati selalu tampak sedikit gila di mata dunia.
Yesus, ajarilah aku mengasihi melampaui takaran yang aman, seperti Engkau mengasihi aku tanpa hitungan. Amin.