‹ Semua renungan

Jumat, 22 Januari 2027

Ditulis di Hati

Papan larangan adalah pengakuan kegagalan yang jujur. "Dilarang buang sampah di sini" dipasang justru karena orang membuang sampah di situ. Aturan yang hanya tertulis di papan memang mudah pudar, kena hujan dan panas, lalu diabaikan orang.

Allah rupanya tahu batas papan pengumuman. Lewat surat Ibrani, Ia mengumumkan perjanjian baru dengan cara kerja yang berbeda: "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka." Bukan lagi di loh batu, bukan di papan. Di hati. Aturan yang sudah pindah ke hati tidak perlu diawasi. Ia menjadi kebiasaan, menjadi diri kita sendiri.

Bagaimana cara Allah menuliskannya? Injil memberi petunjuk. Yesus memanggil dua belas orang, dan tujuan pertamanya bukan langsung bekerja, melainkan "untuk menyertai Dia". Tinggal bersama dulu, diutus kemudian. Hukum kasih tidak dihafalkan. Ia terserap pelan-pelan dari kebersamaan, seperti anak yang meniru orang tuanya tanpa pernah disuruh.

Maka jangan heran bila iman yang hanya dihafal cepat luntur, sementara iman yang tumbuh dari kedekatan tahan diuji apa pun. Pertanyaannya sederhana: berapa lama kita menyertai Dia hari ini?

Tuhan, tuliskanlah hukum-Mu di hatiku lewat kebersamaan dengan-Mu setiap hari, sampai kasih menjadi kebiasaanku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →