Rabu, 20 Januari 2027
Tetapi Mereka Diam
Pernah duduk dalam rapat di mana semua orang tahu ada yang keliru, tetapi tidak seorang pun bersuara? Mata saling melirik, kepala menunduk, dan keputusan yang salah lolos dengan mulus. Diam kadang bukan emas. Diam bisa menjadi persekongkolan.
Suasana itulah yang terjadi di rumah ibadat hari ini. Ada orang yang mati sebelah tangannya, dan ada mata-mata yang mengamati: akan menyembuhkan pada hari Sabat atau tidak? Yesus bertanya terbuka, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Jawabannya jelas bagi siapa pun. "Tetapi mereka itu diam saja."
Markus mencatat reaksi Yesus yang jarang kita dengar: Ia marah sekaligus berdukacita karena kedegilan hati mereka. Yang membuat-Nya berduka bukan pertanyaan yang sulit, melainkan hati yang memilih bungkam demi rasa aman.
Lalu Yesus melakukan kebaikan itu juga: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan tangan itu sembuh. Kebaikan memang tidak bisa menunggu semua orang setuju.
Hari ini mungkin ada satu kebenaran kecil yang sedang menunggu suara kita. Di rumah, di tempat kerja, di lingkungan. Jangan sampai catatan tentang kita berbunyi sama: tetapi ia diam saja.
Tuhan, berilah aku keberanian untuk bersuara bagi yang benar, dan tangan yang tidak ragu berbuat baik. Amin.