‹ Semua renungan

Senin, 18 Januari 2027

Kantong Kulit Tua

Setiap penjahit tahu aturannya: kain baru yang belum susut jangan ditambalkan pada baju tua. Sekali dicuci, kain baru menyusut, tarikannya mencabik kain tua, dan koyaknya makin lebar. Niatnya menambal, hasilnya merusak.

Yesus memakai gambar penjahit dan pembuat anggur itu untuk menjawab soal puasa. Anggur baru masih bekerja, masih mengembang. Kantong kulit tua sudah kaku, tidak bisa mengikuti gerak. Kalau dipaksakan, dua-duanya rusak: anggur tumpah, kantong robek.

Yang sedang dikatakan Yesus lebih dalam dari urusan puasa. Ia membawa sesuatu yang baru, dan yang baru itu tidak bisa sekadar ditempelkan pada hidup lama sebagai tambahan. Ia menuntut wadah yang baru: hati yang lentur, kebiasaan yang bersedia ditata ulang.

Di sinilah kita sering keliru. Kita menginginkan rahmat Tuhan, tetapi sebagai tambalan: hidup lama jalan terus, ditambah sedikit doa. Iman menjadi aksesori, bukan wadah. Lalu kita heran mengapa semuanya terasa mudah robek. Padahal Injil bukan pelengkap. Ia dasar yang menata segalanya.

Kantong tua tidak selalu berarti usia tua. Ada yang muda tetapi kaku. Ada yang tua tetapi tetap lentur menerima cara Allah yang selalu baru.

Tuhan, jangan biarkan aku sekadar menambal hidup lama dengan-Mu. Baruilah sekalian wadahnya: hatiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →