‹ Semua renungan

Rabu, 13 Januari 2027

Sembuh untuk Melayani

Rumah yang ada orang sakitnya selalu terasa berbeda. Dapur sepi, meja makan tidak lengkap, percakapan jadi berbisik-bisik. Satu orang terbaring, seisi rumah ikut lumpuh.

Begitulah rumah Simon hari itu. Ibu mertuanya terbaring karena demam. Menarik, yang dilakukan orang serumah sederhana saja: "mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus." Doa yang paling jujur memang sering hanya berupa laporan: Tuhan, ada yang sakit di rumah kami. Tidak bertele-tele, tidak menggurui Tuhan tentang caranya.

Yesus datang, memegang tangannya, membangunkannya. Demam itu lenyap. Lalu ada satu kalimat kecil yang mudah terlewat: "Kemudian perempuan itu melayani mereka." Kesembuhannya langsung mengalir menjadi pelayanan. Rahmat memang tidak pernah dimaksudkan berhenti di penerimanya.

Kita pun pernah ditolong Tuhan: sembuh dari sakit, lepas dari kesulitan, diampuni dari kesalahan. Pertanyaannya, sesudah ditolong, apakah kita bangkit melayani, atau kembali sibuk dengan diri sendiri?

Dan jangan lewatkan penutup kisah ini. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Yesus menyingkir ke tempat sunyi untuk berdoa. Di puncak kesibukan dan ketenaran, Ia justru mencari sepi. Pelayanan yang tidak berakar pada doa cepat atau lambat akan kering.

Tuhan, sentuhlah yang sakit dalam diriku, lalu bangunkanlah aku untuk melayani. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →