‹ Semua renungan

Sabtu, 9 Januari 2027

Rute yang Berubah

Kaki punya ingatan. Jalan pulang yang kita tempuh bertahun-tahun akhirnya berjalan sendiri: belok di warung itu, lurus di pertigaan itu. Tanpa berpikir. Rute lama itu nyaman, sebab tidak menuntut apa-apa dari kita.

Para majus tidak diberi kenyamanan itu. Sesudah bersujud di hadapan Sang Bayi, mereka diperingatkan dalam mimpi supaya tidak kembali kepada Herodes. "Maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain."

Alasan langsungnya memang keselamatan. Tetapi Injil sering berbicara dua lapis. Orang yang sungguh berjumpa dengan Kristus memang tidak pernah bisa pulang lewat rute lama. Ada kebiasaan yang harus ditinggalkan, ada arah yang berubah. Zakheus mengubah cara berdagangnya. Para nelayan meninggalkan jalanya. Perjumpaan yang tidak mengubah rute patut dicurigai: jangan-jangan kita belum sungguh bertemu.

Besok Gereja merayakan Pembaptisan Tuhan, dan masa Natal pun usai. Kandang, gembala, bintang, dan para majus akan disimpan kembali. Pertanyaannya tinggal satu: sesudah sebulan merayakan kelahiran-Nya, adakah rute hidup kita yang berubah? Atau semuanya kembali persis seperti sebelum Natal?

Jalan lain tidak selalu jalan yang jauh. Kadang ia sesederhana berhenti mampir ke kebiasaan lama.

Tuhan, aku sudah melihat Engkau di palungan. Jangan biarkan aku pulang sebagai orang yang sama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →