Selasa, 5 Januari 2027
Orang Mana?
"Orang mana?" Itu pertanyaan kedua dalam hampir setiap perkenalan di negeri ini. Dan diam-diam, jawabannya sering langsung kita beri stempel. Kota anu orangnya keras. Kampung itu tertinggal. Penilaian selesai sebelum perjumpaan dimulai. Padahal kita belum mengenal satu orang pun dari sana.
Kemarin kita mendengar Andreas menemukan Mesias lalu membawa saudaranya, Simon. Hari ini rantainya berlanjut: Filipus menemukan Natanael. Tetapi Natanael menyambutnya dengan sinis, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Nazaret memang kampung kecil yang tidak pernah disebut para nabi.
Filipus tidak berdebat. Ia tidak menyusun pembelaan untuk Nazaret. Jawabannya hanya tiga kata: "Mari dan lihatlah!" Dan justru itu yang mematahkan prasangka. Natanael datang, dilihat Yesus sampai ke dasar hatinya, dan luluh. Perjumpaan selalu lebih kuat daripada argumen.
Surat Yohanes hari ini senada: mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Prasangka tidak dilawan dengan perang kata. Ia dilawan dengan mengajak orang mengalami sendiri.
Siapa yang selama ini kita beri stempel sebelum kita kenal? Mungkin undangan paling injili yang bisa kita ucapkan minggu ini sesederhana milik Filipus: mari dan lihatlah.
Tuhan, bersihkan mataku dari stempel-stempel lama, supaya aku dapat melihat Engkau di tempat yang tidak kuduga. Amin.