Sabtu, 2 Januari 2027
Aku Bukan
Coba perhatikan cara kita memperkenalkan diri. Hampir selalu berisi daftar tambahan: jabatan, gelar, prestasi, kenalan penting. Jarang sekali orang memperkenalkan diri dengan pengurangan.
Yohanes Pembaptis melakukannya. Ditanya para utusan dari Yerusalem, "Siapakah engkau?", jawabannya justru rentetan penyangkalan. Aku bukan Mesias. Bukan Elia. Bukan nabi yang akan datang. Tiga kali "bukan". Padahal orang berbondong-bondong kepadanya. Padahal satu anggukan saja, ia bisa dielu-elukan.
Yohanes tahu persis siapa dirinya: suara yang berseru di padang gurun. Suara itu penting, tetapi ia bukan Sang Firman. "Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." Orang besar sejati ternyata tidak takut tampak kecil.
Hari ini Gereja mengenang dua sahabat, Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze. Dua orang paling terpelajar di zamannya, uskup, pujangga Gereja. Gregorius pernah menulis bahwa mereka berdua bagaikan satu jiwa dalam dua tubuh. Kebesaran mereka tumbuh justru karena keduanya tahu: pusatnya bukan aku.
Mungkin itu latihan awal tahun yang baik. Berani berkata "aku bukan". Aku bukan pusat keluarga ini. Aku bukan penentu segalanya. Ada Dia yang berdiri di tengah-tengah kita, yang sering tidak kita kenal.
Tuhan, jadikan aku suara yang menunjuk kepada-Mu, bukan gema yang memantulkan diriku sendiri. Amin.